Skip to main content

DIA AWAL DAN AKHIR CERITAKU

Dua manusia yang sebelumnya tidak pernah bertemu dan akhirnya menjalin sebuah kisah adalah hal yang begitu membingungkan, aneh, dan bahkan tidak mungkin. Tetapi kali ini aku ingin mengatakan bahwa itu mungkin dan sangat mungkin terjadi. Pertemuan yang tidak tahu kapan, dimana, dan dalam kondisi apa adalah moment yang sangat aku tunggu-tunggu dalam kisah bersama dia, menjadikan cerita ini sebagai awal dan akhir cerita cintaku. Akhirnya pertemuan ini terjadi yang menjadi saksi akan semua kisah yang aku lalui bersama dia, dan menjadikan kisah ini sebagai akhir cintaku.

Berawal dari dunia imajinasi, sosok lelaki misterius yang selalu hadir menghampiri dunia malamku, dunia mimpiku, membuat aku semakin penasaran dengan dia. Namun sayangnya, waktu bertemu dengan dia di alam mimpi tidak waktu yang lama dan akhirnya pergi dari kehidupan mimpi ku. Aku  tidak tahu kenapa, mungkin sudah saatnya atau hanya kebetulan. Setelah beberapa lama kemudian, sosok lelaki itu datang ke dunia mayaku. Sosok lelaki imajinasi itu, hampir mirip dengan sosok lelaki yang kemudian hadir di dunia mayaku, membuat aku semakin penasaran dengan dia dan dengan kehidupan ini. Dunia yang kusebut dunia teknologi. Dunia semakin hari semakin canggih. Hingga kecanggihan dunia yang membuat kami bertemu tanpa sengaja. Pertemuan yang unik ini menjadi langkah awal kami memulai rasa dan perasaaan satu sama lain. Awal pertemuan di mulai dari dunia imajinasi, dunia maya hingga dunia nyata.

Dunia maya sebagai jembatan yang mempertemukan kami. Berawal dari  pertemanan di dunia sosial ini, tepatnya facebook,  membuat semakin hari semakin mengisahkan banyak cerita tentang dirinya dan diriku. 24 jam serasa hanya 60 menit yang kulalui bersamanya. Perkenalan hingga pertemanan dan hingga persahabatan menjadikan kami memulai cerita akan kisah-kisah kami berdua. Rasa nyaman bersama dia semakin hari semakin bertambah. Hingga pada suatu ketika, di saat tanggal 31 Desember 2018. Setelah usai ibadah akhir tahun, aku sujud dan berdoa. Didalam doa ku aku mempunyai permintaan kepada Tuhan. Aku tidak tahu mengapa tiba-tiba raut wajahnya menghampiri doaku membuat aku juga mendokan dia, dan berharap dia menjadi teman curhatku, sahabatku, dan teman hidupku. Setelah usai berdoa, aku tersenyum mengingat isi doaku yang begitu aneh dan tiba-tiba.

Beberapa hari kemudian, hubungan persahabatan kini berubah akan hubungan yang lebih dari sahabat, yaitu cinta. Tepat tanggal 3 Januari 2019 di pukul 00.03 adalah waktu serah terima mantan kenalan, mantan temanan dan mantan sahabat yang berubah menjadi cerita cinta kami berdua. Saat itu, aku merasa sangat bersyukur dan bahagia bisa menjadi bagian dari kehidupannya. Hari demi hari telah berlalu, bahkan bulan juga sudah berlalu, rasa ingin bertemu dan bersama dia adalah sesuatu yang sangat aku inginkan. Hal yang tidak masuk akal, memiliki rasa dengan orang yang belum dikenal adalah hal terlalu bodoh. Namun, bagi kami berdua itu merupakan hal yang paling unik untuk mengukir kisah kisah cerita kami.

Hari hari telah kulalui bersama dia. Suka duka juga kami jalani bersama. Saya sendiri pada mulanya ragu untuk memulai cerita ini, namun lama kelamaan perasaan ragu itu pergi dan hilang seketika yang mendatangkan rasa yakin akan dia.  Jarak menjadi faktor penghambat untuk kami bertemu, aku bersyukur dengan hadirnya teknologi canggih yang menjadi jembatan bagi kami untuk melepas rindu dan berbagi cerita satu sama lain. Banyak cobaan yang kami hadapi, mulai dari bisikan teman-teman yang tidak merestui, bahkan menjadi orang paling bodoh dimata teman-teman. Namun semua itu kami lewati bersama dengan senyuman dan keyakinan bahwa bukan kami yang mencari, tapi Tuhan yang mempertemukan, kami tidak peduli akan setiap omelan yang datang, bukan teman yang menjadi penentu akan suksesnya dan bahagianya kami, tetapi kami sendirilah sebagi penentunya.

Rasa saling percaya dan komunikasi adalah kunci utama untuk menjalani cerita cinta hubungan jarak jauh atau dalam bahasa gaul dikatakan LDR(Long Distance Relationship). Awalnya berat, namun lama kelamaan jarak ini tidak ada apa apanya. Bahkan aku merasa dia itu ada disampingku setiap saat bahkan setiap detik. Aku juga sangat bahagia dan bersyukur, karena keluarganya menerima aku apa adanya. Cinta itu tidak berbicara soal materi bahkan tidak berbicara soal fisik, namun cinta itu berbicara tentang ketulusan hati, seberapa mampunya kamu menerima apa adanya bukan ada apanya.
Faktor utama yang menjadi penghambat dalam hubungan kami yaitu jarak. Jarak yang sulit untuk ditempuh walaupun dalam pulau yang sama . Aku berada di ujung bawah pulau sumatera sedangkan dia berada di bagian ujung atas pulau sumatera. Namun kami yakin suatu saat kami pasti bertemu di suatu tempat yang indah. Seiring berjalan nya waktu , di 5 bulan kemudian. Hal yang aku tunggu-tunggu pun menghampiri aku. Pertemuan akan perpisahan sementara pun ada. Di suatu bandara kecil di daerah ku, menjadi saksi untuk pertemuan kami yang pertama kalinya. Bersama adek perempuan satu kampus nya, aku pergi untuk menemui dia.

Awalnya pertemuan itu direncanakan, hingga adek perempuannya berencana memberi kejutan kepada dia. Dan aku terlibat dalam perencanaan itu. Sebelum kami bertemu, aku memberi suatu pesan sedih kepadanya. Hingga pada saat hari itu tiba, sebuah kejutan mungkin dapat menjadi kenangan indah dan menjadi hadiah terindah bagi dia dan bagi ku tentunya. Di lokasi bandara dia tidak menyadari bahwa aku datang untuk melihat pesawatnya lepas landas, namun selang beberapa menit baru dia sadar aku berada disana. Suara dengan teriakan keras membuktikan dia betapa senangnya dan bahagianya, dia bisa bertemu dengan-ku, demikian juga aku.

Aku ikut merasakan kebahagian itu, kebahagian yang dulu diregut oleh orang lain kini kembali karena dia. Saat itu , kabar gembira juga menghampiri kami berdua, dikarenakan pesawatnya terlambat lepas landa (delay). Dengan waktu sekitar 120 menit dan tempat itu menjadi bukti bahwa kami bisa bertemu. Dengan waktu itu juga kami mengabaikan setiap moment indah, mungkin hanya sebuah foto yang mampu menjadi kenangan yang indah yang bisa dilihat. Dan saat itu juga dia menulis kata kata yang indah di buku ku, dengan kata kata itu, aku lebih yakin akan keadaan yang kami lalui untuk beberapa tahun yang akan datang bahkan untuk selamanya.

Tiba saat nya dia pergi untuk meninggalkan-ku  untuk sementara. Aku ingin ikut bersama dia, namun bukan untuk sekarang ada waktunya untuk aku bersama dia selamanya. Setiba di rumah, aku hanya bisa tersenyum mengingat kenangan 120 menit di bandara akan foto kami berdua, dan berharap dia yang terbaik dan menjadi yang terakhir dalam melengkapi kehiduapan ini.

Beberapa jam kemudian, notifikasi di handphone ku berbunyi dan itu dari dia. Aku hanya bisa tersenyum dan bersyukur, dia selamat sampai tujuan. Hari demi hari kembali seperti dulu lagi, hubungan jarak jauh, namun itu tidak menjadi masalah bagi kami berdua, dan bahkan itu menjadi cerita unik yang akan tercatat dalam sejarah kehidupanku.

Jarak tidak menjadi penghalang bagi kami, namun yang menjadi penghalang bagi kami ketika kami berdua tidak saling percaya satu sama yang lain, mungkin hubungan itu tidak baik baik. Dia, dialah awal dan akhir cerita cintaku. Dia adalah orang teraneh yang masuk dalam kehidupan ku, yang membuat aku bahagia. Aku sayang dia. Dia selalu mengjarkan arti bersyukur dan saling percaya satu sama yang lain, agar kelak apa yang menjadi komitmen kami bisa terpenuhi , dan bukan hanya angan angan dan akan  menjadi sebuah cerita menarik untuk anak anak kami kelak di kemudian hari.



Comments